• Jelajahi

    Copyright © Haykalpedia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Cara Install Ulang Windows 10 dengan USB Bootable Drive (Flashdisk) Bagi Pemula

    4/04/2022, 23:21 WIB Last Updated 2022-05-10T01:17:04Z
    Baca Juga
    Menginstal ulang Windows 10 menggunakan flashdisk sebagai bootablenya saat ini orang-orang lebih banyak menggunakan flashdisk sebagai bootable drivenya untuk instalasi windows karena bisa dibilang praktis.

    Flasdisk ini menjadi solusi terbaik bagi Anda yang tidak punya DVD installer Windowsnya atau memang perangkat komputer Anda tidak tersedia DVD romnya.

    Hal-Hal yang Harus Dipersiapkan

    1.File ISO Windows 10
    Dikomputer/laptop anda sudah ada file ISO Windows 10 atau jika tidak ada bisa langsung unduh saja secara gratis di situs resminya microsft.

    2. Rufus
    Untuk membuat bootable Flashdisk Windows 10, Anda membutuhkan software bernama Rufus. Jika belum ada sofwarenya silahkan unduh terlebih dahulu melalui situs resminya

    3. Flashdisk
    Flashdisk dengan kapasitas penyimpanan minimal 8GB untuk proses pembuatan bootable Flashdisk Windows 10 sangat diperlukan. Jadi, pastikan Anda sudah mempersiapakan flashdisk kosong untuk digunaka gunakan untuk membuat bootable Flashdisk Windows 10.

    Hal-Hal yang Sebaiknya Dilakukan

    1. Backup Data Penting
    Proses instalasi Windows 10 akan membuat semua data yang tersimpan di drive C komputer/laptop Anda akan terhapus, jadi sebaiknya Anda melakukan backup terhadap data penting Anda. Backup data penting bisa Anda lakukan menggunakan hard disk eksternal atau cloud storage seperti One Drive atau Google Drive.

    2. Backup Kode Lisensi Windows 10
    Jika Anda sebelumnya sudah memiliki kode lisensi Windows 10 yang aktif di komputer Anda, sebaiknya Anda melakukan backup kode lisensi tersebut untuk keperluan aktivasi Windows 10. Kode lisensi tersebut bisa anda temukan dengan mudah pada paket pembelian Windows 10.

    Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengetahui kode lisensi yang aktif di komputer adalah melalui Command Prompt. Untuk caranya adalah sebagai berikut:
    1. Buka Command Prompt dengan cara menekan Windows Keys + X atau cari Command Prompt di kolom pencarian
    2. Ketikkan perintah  ini: wmic path SoftwareLicensingService get OA3xOriginalProductKey
    Jika prosudernya benar, maka akan muncul kode lisensi Windows 10 yang saat ini aktif di komputer Anda. Silahkan catat atau salin kode lisensi tersebut untuk nantinya digunakan saat proses aktivasi.

    Hal-Hal yang Harus Diperhatikan

    1. Persyaratan Sistem
    • Processor: 1 gigahertz (GHz) atau lebih tinggi
    • RAM: Minimal 1 GB untuk 32-bit atau 2 GB untuk 64-bit
    • Hard disk: Minimal 16 GB untuk 32-bit atau 20 GB untuk 64-bit
    • Graphics card: DirectX 9 atau yang lebih baru dengan WDDM 1.0 driver
    • Layar: Minimal 800 x 600 px
    2. Tipe Sistem Windows 10
    Windows 10 hadir dengan 2 tipe sistem, yakni 32 bit dan 64 bit. Jadi sebelum memulai proses instalasi, Anda perlu memastikan basis sistem yang digunakan oleh perangkat komputer Anda. Pemilihan basis sistem yang tepat akan berpengaruh terhadap kinerja suatu komputer atau laptop.
    Anda dapat dengan mudah mengetahui basis sistem komputer yang Anda miliki dengan cara membuka menu Settings > System > About.

    3. Versi Windows 10
    Windows 10 hadir dengan berbagai macam versi, mulai dari Home, Pro, Education dan Enterprise. Versi Home dan Pro menjadi versi yang paling banyak digunakan oleh pengguna, terutama bagi pengguna umum.
    Nah, saat melakukan instalasi Windows 10, pilihlah versi yang tepat sesuai dengan lisensi Windows 10 Anda miliki saat ini.

    4. BIOS atau UEFI
    Pada dasarnya BIOS dan UEFI memiliki fungsi yang sama, yakni sebuah program yang menginisialisasi dan mengidentifikasi sistem hardware komputer pada saat komputer mulai booting. UEFI merupakan pengembangan BIOS dengan fitur dan tampilan yang lebih modern.
    Nah, untuk mengetahui apakah komputer Anda menggunakan BIOS atau UEFI, caranya sangat sederhana.
    1. Buka Windows Run dengan cara menekan tombol Windows Keys + R atau cari program Run melalui kolom pencarian
    2. Setelah Windows Run terbuka, ketikkan msinfo32 pada kolom yang tersedia
    3. Lihat informasi pada bagian BIOS Mode
    5. Ketahui Tipe Partsinya GPT atau MBR
    Untuk menegtahui tipe partisi komputer atau laptop anda ikuti langakah-langkahnya berikut ini:
    1. Buka Command Prompt
    2. Ketikan perintah diskpart.
    3. Ketikan perintah list disk untuk melihat drive yang ada.
    4. Kamu bisa melihat pada kolom Gpt, dimana jika tipe partisi yang digunakan adalah GPT, maka akan ada tanda bintang (*). Jika tidak ada, maka itu artinya tipe partisi tersebut adalah MBR.
    Sudah jelas bukan dengan semua hal yang telah disebutkan di atas? Selanjutnya kita lajut ke proses Instalasi windows 10.

    Cara Install Windows 10 dengan Flashdisk

    a. Buat Bootable Flashdisk

    Silahkan buka Rufus yang sudah Anda unduh sebelumnya dan colokkan flashdisk Anda ke komputer.
    Untuk konfigurasi Rufus, silahkan ikuti panduan lengkapnya dibawah ini:
    • Pada bagian Device, pilih Flashdisk yang sebelumnya sudah Anda colokkan ke komputer
    • Pada bagian Boot selection, pilih Disk or ISO Image.
    • Klik Select dan masukkan file ISO Windows 10 yang sudah Anda unduh sebelumnya
    • Pada bagian Partition scheme, pilih GPT untuk komputer yang mendukung UEFI atau MBR untuk komputer yang mendukung BIOS
    • Pada bagian Target system, pilih UEFI (non CSM) untuk komputer yang mendukung UEFI atau BIOS (or UEFI-CSM) untuk komputer yang mendukung BIOS
    • Selanjutnya, klik Start untuk memulai proses pembuatan bootable Flashdisk Windows 10
    b. Setting BIOS agar Booting dari Flashdisk
    1. Pastikan anda sudah mencolokkan flashdisk pada laptop atau komputer yang akan diinstall Windows 10.
    2. Tekan tombol Fn+F2 untuk masuk BIOS. Tombol paling umum yang bisa anda gunakan untuk masuk BIOS adalah DEL, F1, F2, F10 tergantung merk laptop dan motherboard anda.
    3. Anda akan melihat tampilan BIOS selanjutnya, arahkan ke tab Boot menggunakan tombol ◄ ► (arah)  di keyboard.
    4. Seperti yang terlihat pada gambar menu Boot di bawah, yang berada diurutan pertama adalah CD-ROM  Drive. Dengan kata lain, laptop atau komputer anda akan melakukan booting pertama kali dari CD Drive.
    5. Supaya laptop anda booting pertama kali dari flashdisk, maka anda perlu menempatkan Removable  Devices ke urutan pertama. Caranya cukup mudah yaitu dengan memilih Removable Devices kemudian menggesernya menggunakan tombol +/- sampai urutannya di posisi teratas.
    6. Di beberapa laptop/komputer BIOS akan langsung mendeteksi flashdisk anda sesuai merk flashdisknya misal SandDisk, Kingston atau Thosiba bukan dengan nama Removable Devices.
    7. Untuk menyimpan konfigurasi pengaturan yang telah anda lakukan, pindah ke tab Exit. Selanjutnya pilih Exit Saving Changes kemudian pilih Yes. Atau anda bisa langsung menekan tombol F10, kemudian pilih Yes.
    Supaya lebih jelas perhatikan gambar dibawah ini:

    Menu BIOS

    Menu BOOT untuk menyeting  flashdisk menjadi bootable

    Menu EXIT

         8. Setelah selesai setting BIOS, kemudian laptop akan restart dan muncul seperti ini.
    Ketika muncul seperti gambar di atas ini tekanlah tombol di keyboard secara sembarang contohnya tombol spasi untuk memulai booting dari flashdisk. Dan akan masuk ke menu instalasi selanjutnya.

     Proses  Instalasi

    1. Pilih Indonesian (Indonesia) pada Time and currency format. Untuk yang lainnya seperti Language to install dan Keyboard or input method biarkan default, tidak usah diganti. Selanjutnya pilih Next.

    2. Selanjutnya pilih Install now.

    3. Saya anggap anda belum mempunyai product key Windows 10, jangan khawatir karena kita bisa melakukan aktivasi setelah proses instalasi selesai. Jadi tinggal pilih I don’t have a product key.

    4. Pilih edisi windows 10 yang anda inginkan. Disini saya sangat merekomendasikan Windows 10 Pro. Selanjutnya pilih Next.


    5. Kemudian centang I accept the license terms, lalu pilih Next untuk melanjutkan.

    6. Pada langkah berikut ini, pilih Custom: Install Windows only (advanced).

    7. Setelah itu akan muncul pop up dengan berbagai opsi partisi. Format drive C, tempat dimana kamu akan menginstall Windows 10. Ingat, semua data di drive C akan hilang setelah diformat. Klik format untuk memulai, dan klik Next.



    Proses instalall ulang sedang berjalan. Proses ini memakan waktu kurang lebih 30 menit. Ketika proses ini sudah mencapai 100%, jangan cabut mencabut flashdisknya supaya nanti tidak kembali ke jendela awal instalasi.

    Catatan: Nantinya komputer/ laptop anda akan restart sendiri berulang kali, bila itu terjadi jangan khawatir, karena hal tersebut merupakan bagian dari proses instalasi windows 10. Dan perlu diingat juga, jika muncul tampilan hitam seperti pada langkah nomor 8, pastikan anda jangan tekan tombol apapun. Biarkan saja sampai berubah kembali dengan sendirinya ke proses install windows.

    8. Langkah selanjutnya adalah memilih Indonesia sebagai lokasi anda. Kemudian pilih Yes.

    9. Untuk layout keyboard yang digunakan, pilih saja US kemudian pilih Yes.

    10. Untuk penambahan layout keybord tambahan, pilih Skip saja.

    11. Disini kita menggunakan komputer / laptop untuk keperluan pribadi, maka dari itu pilih Set up for personal use kemudian pilih Next. Jika komputer yang digunakan adalah untuk keperluan perusahaan pilih Set up for an organization.

    12. Disini kita disuruh untuk login ke akun Microsoft anda. Kalau misalkan sudah punya akun, silakan login. Namun jika belum punya, tidak apa-apa, kita bisa skip, kemudian, pilih Offline account.

    13. Jika anda dihadapkan pada tampilan berikut ini, pilih Limited experience.

    14. Masukkan nama komputer yang anda inginkan, terserah anda mau apapun namanya. Kemudian pilih Next.

    15. Selanjutnya anda  disuruh membuat password. Silakan isi jika komputer/laptop anda tidak boleh sembarang orang memakainya. Mau dikosongkan juga tidak apa-apa. Selanjutnya pilih Next.

    16. Kemudian ada opsi privasi, kamu bisa off yang kamu inginkan. Tetapi sebaiknya kamu On dan Accept saja semua agar fitur dan relevansi Cortana berjalan optimal.

    17. Semua setup dan settings telah selesai. Kini kamu tunggu saja proses instalasi Windows 10.

    17. Done! Selamat anda sudah berhasil melakukan instalasi windows 10.

    Namun, setelah selesai menginstall windows 10 ada beberapa hal yang perlu dilakukan seperti menginstall kembali software yang hilang.
    Terima kasih semoga bermanfaat.
    Komentar

    Tampilkan

    TERKINI